Coding interview di Indonesia itu spectrum-nya lebar. Di satu sisi ada startup yang minta implement binary tree traversal, di sisi lain ada company yang cuma tes basic SQL query. Prepare yang bener berarti paham level perusahaan target — dan practice dengan soal yang sesuai.
Tier 1: Startup Tech (Gojek, Tokopedia, Traveloka level)
Expect: Data structure & algorithm (LeetCode medium), system design basic, code review exercise. Untuk fresh grad: LeetCode easy-medium. Untuk mid: medium-hard + system design. Ini level yang paling kompetitif — kamu perlu prepare intensif.
Tier 2: Startup Growth
Expect: Practical coding test (bukan competitive programming), code yang clean dan maintainable, basic SQL, API design. Focus lebih ke how you code daripada what you code. Mereka mau liat kamu bisa deliver di production, bukan solve competitive programming.
Tier 3: Corporate / Non-Tech Company
Expect: Basic programming logic, SQL query, mungkin simple automation task. Gak perlu prepare LeetCode — focus ke practical skill yang relevant sama daily job.
Practice yang Smart, Bukan yang Banyak
Jangan asal LeetCode. Cek Glassdoor atau LinkedIn buat liat pattern interview perusahaan target. Kalau gak nemu info, prepare tier 2 sebagai baseline — itu safe middle ground.
Interviu punya coding support yang bisa kasih hint bertahap atau full solution, tergantung mode yang kamu pilih. Yang unik: AI generate soal coding yang relevant sama level dan tech stack perusahaan target — jadi kamu gak buang waktu practice soal yang gak akan muncul. Misalnya, kalau kamu lamar backend Python di startup, Interviu generate soal Python yang sesuai level mid-engineer, bukan random C++ tree traversal.
Pas Interview: Invisible Mode Coding Support
Ini game-changer. Kalau kamu pake Interviu Invisible Mode pas coding interview online, AI bisa detect soal coding dari platform interview (CoderPad, HackerRank, dll) dan kasih hint bertahap. Gak langsung kasih jawaban — tapi nge-guide kamu ke approach yang bener. Kamu tetap nunjukin problem-solving skill, tapi gak stuck di situasi yang gak perlu.
Common Mistakes
Langsung code tanpa clarify — tanya dulu soal input/output, constraints, edge case. Terlalu fokus di optimal solution — working solution dulu, baru optimize. Gak communicate approach — think out loud itu half the battle.
Bottom Line
Paham level perusahaan target, prepare accordingly, dan practice dengan soal yang relevant. Interviu bisa bantu generate soal yang match sama posisi kamu dan kasih hint pas coding interview beneran — tapi fundamental DSA tetap harus kamu bangun sendiri.