Salary negotiation itu skill. Dan kayak skill lainnya, perlu practice. Yang bikin banyak orang skip tahap ini: takut kekesan greedy, gak tau market rate, atau merasa gak punya leverage. Padahal, gak nego bisa rugi jutaan per tahun.
Research Dulu, Nego Belakangan
Sebelum bisa nego, kamu perlu tau angka yang real. Cek platform seperti Glassdoor, Kalibrr, atau tanya network kamu di industri yang sama. Punya range itu penting — kamu gak bisa nego kalau gak tau worth kamu berapa.
Di Interviu, kamu bisa pake brainstorm chat buat role-play skenario negosiasi gaji. AI bantu kamu prepare talking points berdasarkan pengalaman di CV kamu — jadi kamu datang ke negosiasi dengan data dan argument yang solid, bukan cuma feeling.
Timing yang Tepat
Jangan sebut angka terlalu awal. Kalau ditanya di awal interview, deflect: "Aku lebih tertarik dulu ngobrolin role dan impact yang bisa aku contribute. Bisa kita bahas compensation di tahap selanjutnya?" Nego paling effective setelah mereka express interest — biasanya di tahap akhir.
Framework: Range, Bukan Angka Tunggal
Kasih range, bukan angka fixed. Contoh: "Based on my research dan experience, aku expect di range X-Y." Pasti lower bound range kamu masih angka yang kamu terima. Dan range-nya jangan terlalu lebar — 10-15% span sudah cukup.
Factor Selain Base Salary
Gaji bukan cuma base. Tanya benefit: insurance, annual leave, remote work policy, bonus structure, stock option (kalau startup), learning budget. Kadang package total bisa jauh lebih valuable daripada base salary yang lebih tinggi.
Kalau Ditanya "What's Your Expected Salary?"
Jangan jawab terlalu rendah (undervalue diri sendiri) atau terlalu tinggi tanpa justification. Approach terbaik: "Based on my X years of experience di [field], dan market rate untuk role ini, aku expect di range [range]. Tapi aku open buat diskusi tergantung overall package."
Bottom Line
Nego itu normal dan expected. Prepare dengan data, timing yang tepat, dan framework yang clear. Gak nego = potentially rugi jutaan per tahun. Practice skenario negosiasi di Interviu brainstorm chat sebelum hari H — biar kamu datang confident dan well-prepared.